Labels

Our Partners

Gunakan GSunni Mesin Pecari Aswaja, agar tidak tersesat di situs2 wahabi.. klik sini..

PCINU Maroko

get this widget here

Categories

Resources

Catwidget2

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");

Catwidget1

Pages

Catwidget4

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");

Catwidget3

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Category

Labels

Labels

Labels

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Madinah dan Indonesia

Sumber NU Online
 Nabi Muhammad SAW berada di Makkah selama 13 tahun untuk membangun komunitas yang militan. Beliau melakukan proses kaderisasi yang ketat dengan menggelorakan ukhuwah islamiyah. “Yang Islam saudara, yang bukan Islam bukan saudara.” Inilah generasi pertama Islam.

Setelah itu beliau pindah ke kota Yasrif (Madinah). Kota ini ternyata sangat majemuk. Penduduk Islam lokal namanya Ansor, para pendatang dinamakan Muhajirin, dan orang Yahudi di sana terdiri dari tiga suku besar. Masih ada juga golongan lainnya musyrik dalam jumlah kecil.

Setelah melihat masyarakat Yasrif yang majemuk, maka Nabi Muhammad tidak lagi menggunakan istilah ukhuwah Islamiyah, tetapi ukhuwah madaniyah, persaudaraan untuk seluruh penduduk. Semua sama kedudukannya dalam hukum, siapapun dia. Siapapun yang salah, tidak melihat sukunya harus dihukum. Demikian sebaliknya. Inilah yang dinamakan tamaddun. Maka Yasrif kemudian diubah namanya menjadi Madinah.

Ini artinya kota yang sudah menggunakan nilai-nilai universal. Dalam Piagam Madinah terdapat 47 pasal. Nabi bertemu dengan seluruh pimpinan suku dan kemudian sepakat mengelurakan kesepakatan Madinah. (Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah: 120-122).

Dari 47 point, tidak ada kata Islam. Tidak satupun mengutip Al-Qur’an. Prinsip-prinsip universal saja yang digunakan. Malah dalam poin 15 disebutkan semua agama diberi kebebasan menggunakan agamanya masing-masing. Terakhir dalam Piagam Madinah ini disebutkan bahwa kesepakatan ini untuk membela yang benar.

Ini bukan omong kosong, yang selanjutnya ditaruh di rak saja. Terbukti ketika ada orang Islam membunuh Yahudi, Nabi marah besar dan bersabda: “Barangsiapa yang membunuh orang non Muslim, maka ia berhadapan dengan saya. Saya pengacaranya,” begitulah kira-kira. Luar biasa Akhirnya Nabi terpaksa mencari para donor untuk menyumbang ahli waris Yahudi sebagai ganti ruginya. Ini bukan omong kosong.

Lagi, suatu saat ada janazah yang lewat, Nabi berdiri untuk menghormatinya. Sahabat mengingatkan, "ini jenazahnya orang Yahudi." Nabi mengatakan, ”Ya saya tahu ini jenazahnya orang Yahudi”.

Nah, Indonesia ini kondisinya seperti Madinah, ada sekian agama, sekian etnis, sekian budaya. Maka menurut Nahdlatul Ulama (NU), untuk menjaga persatuan, Islam ini kita amalkan, namun tidak kita konsititusikan, tidak kita legalformalkan. Kita mengamalkan Islam setiap waktu: sholat, puasa, zakat, haji, dan mempraktikkan akhlak Islami, sementara negara kita biarkan sebagai suatu kesatuan (NKRI).

Dulu ada KH Wahid Hasyim, salah satu dari anggota tim sembilan PPKI. Ia setuju penghapusan 9 kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan. Ia juga mengusulkan adanya Departemen Agama yang fungsinya khusus untuk membangun keagamaan, agar hidup rukun antara agama dan menjalankan agama masing-masing dengan baik.

Rabu, 16 Mei 2012

Mimpi Gus Dur Miliki Gedung Berlantai Sembilan

Jakarta, NU Online

Sebuah gedung megah berlantai sembilan kini berdiri megah di jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Inilah salah satu peninggalan Gus Dur ketika menjabat sebagai ketua umum PBNU selama tiga periode.

Sebelumnya, kantor PBNU hanya berlantai 2 tingkat yang dipakai selama puluhan tahun. Dengan banyaknya badan otonom dan lembaga yang ada  di PBNU, kantor tersebut terasa sesak, apalagi dengan kegiatan keorganisasian yang luar biasa.

Bagaimana awal mulanya ide pendirian gedung PBNU ini? H Sulaiman, asisten Gus Dur menuturkan, cita-cita pendirian gedung berlantai 9 ini muncul setelah terpilihnya Gus Dur dalam muktamar ke-28 NU di Krapyak tahun 1989.

“Waktu itu, Gus Dur menuturkan kepingin bikin gedung NU yang bisa memfasilitasi berbagai kegiatan. Pokoknya berlantai 9 sesuai dengan simbol NU,“ kata Sulaiman.

Ia waktu itu merasa pesimis PBNU bisa memiliki gedung megah yang bisa dimanfaatkan untuk menampung kegiatan NU mengingat situasi dan kondisi yang kurang memihak NU. Akan tetapi, ketika disampaikan, Gus Dur hanya menjawab “Ya, kita lihat saja nanti”

Waktu pun terus berjalan dan perjalanan Gus Dur dalam memimpin NU menghadapi banyak rintangan dan hambatan yang tak mudah. Penguasa Orde Baru tak nyaman dengan langkah-langkah yang dilakukan Gus Dur yang kritis pada kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Perubahan sosial politik sebagai akibat reformasi telah menyebabkan NU yang dulu dikuyo-kuyo kini bisa menunjukkan kekuatannya. Salah satunya adalah terpilihnya Gus Dur sebagai presiden RI ke-4.

Cita-cita yang diucapkannya 10 tahun sebelumnya tak dilupakan. Sebuah gedung berlantai sembilan segera didesain, terdiri dari 8 lantai untuk kantor dan 1 lantai di basement sebagai ruang parkir. Tinggi gedung ini pas dengan aturan batasan bangunan tertinggi di jalan Kramat Raya.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 November 1999/26 Rajab 1420 H. Seluruh pengurus bekerja keras bahu membahu agar bisa mengerjakan gedung ini. Warga NU juga diinstruksikan agar menyisihkan sebagian rizkinya untuk pembangunan gedung ini. Upaya ini tidak sia-sia. Hanya perlu waktu sekitar 2 tahun, gedung ini bisa diselesaikan dan diresmikan pada 6 Juni 2001/Rabiul Awal 1422.

Kini berbagai kegiatan bisa dilakukan dengan ruangan yang lebih lega dan nyaman. PBNU juga dapat menerima tamu dalam ruangan yang lebih representatif. Lantai tiga dikhususkan untuk ruangan pengurus tanfidziyah, lantai empat ruangan syuriyah sedangkan lantai lainnya untuk kantor lembaga dan badan otonom. Lantai satu untuk musholla yang dalam waktu dekat akan dirubah menjadi masjid sedangkan lantai 8 merupakan aula utama untuk menggelar berbagai acara besar.

*Penulis: Mukafi Niam

Selasa, 06 Desember 2011

Dongeng Sebelum Tidur

Kisah Inspirasi  
Keutamaan Membaca sholawat Sebelum Tidur
  Oleh: Muannif Ridwan* 
                                                                             
Dahulu ada seorang laki-laki dari Iraq sedang menunaikan ibadah haji bersama anaknya. Selama di tanah suci laki-laki itu selalu bersama anaknya dalam setiap langkahnya, sampai tidur pun mereka berdua berada dalam satu kamar. Beberapa hari kemudian setelah sampai di Makkah, orang laki-laki itu jatuh sakit dan hingga akhirnya meninggal dunia. Singkat cerita, anaknya itu kebingungan ketika melihat ayahnya telah pergi meninggalkannnya untuk selama-lamanya dan yang paling mengejutkan dan membingungkan dalam kejadian itu, tiba-tiba muka sang ayah itu berubah wujud persis seperti muka babi. Dalam kebingungannya, si anak itu keluar dari penginapannya untuk mencari bantuan kepada masyarakat.
         
          Maklumlah saat itu tengah malam, sehingga dia tidak mendapati seorang pun yang bisa dimintai pertolongan. Setelah kesana-kemari akhirnya anak itu bertemu dengan seorang laki-laki tua. Anak itu langsung menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kepada laki-laki tua itu. Setelah mendengar ceritanya, laki-laki itu menasehatinya agar kembali kepenginapan untuk menunggu jenazah ayahnya hingga orang-orang telah bangun dipagi hari. Akhirnya anak itu menuruti nasehat si kakek itu. 

Setelah beberapa jam anak itu menunggu jenazah ayahnya, maka rasa ngantuk pun mengampirinya hingga akhirnya hampir ketiduran. Nah, disaat itu tiba-tiba datanglah seorang laki-laki bertubuh besar memakai jubah putih menghampirinya lalu menyapanya, “kenapa kamu kelihatan bersedih nak ?”. Si anak itu menjawab,”Ayahku telah meninggal”. Lalu laki-laki itu menasehatinya, “sudahlah jangan bersedih, semua makhluk hidup nanti akan mengalami hal yang sama seperti ini, begitu juga kmu”. “tapi meniggalnya ayahku ini sangat aneh pak, masak mukanya berubah seperti muka babi”, kata anak itu. Lalu laki-laki itu bilang, “apa benar yang kamu katakan itu, coba saya pengen lihat”. Kemudian anak itu menunjukkannya kepada laki-laki itu. Ternyata apa yang dikatakan anak itu benar.
          
              Kemudian laki-laki itu mengusap wajah jenazah itu, tanpa menghitung detik tiba-tiba muka yang sebelumnya persis seperti muka babi hutan itu berubah wujudnya seperti semula dan bahkan tampak bersinar seperti rembulan. Saking senangnya melihat hal itu, anak itu langsung menarik jubah laki-laki itu supaya tidak pergi dari sisinya dan bertanya, “siapa kamu sebenarnya?”. “Saya mustafa”, jawab laki-laki itu. Karena kurang puas dengan jawaban itu, si anak itu kembali bertanya,”bapak ini Mustafa orang mana?” “saya mustofa rasulullah, saya kemari diutus Allah untuk memberi syafaat kepada ayahmu ini”, tegas laki-laki itu.

Karena penasaran dengan apa yang telah terjadi pada ayahnya, si anak itu tidak tinggal diam. Dia kembali bertanya,” wahai rasulullah mengapa ayahku bisa seperti ini?”. “Begini nak, ayahmu itu sebenarnya telah mendapatkan hukuman dari Allah. Karena ayahmu itu kalau meminjamkan uang selalu minta bunganya. Maka, seharusnya mulai dari alam kubur hingga sampai akhirat muka ayahmu itu akan terus seperti muka babi. Tapi, perlu kamu ketahui nak, bahwa apa yang telah dilakukan ayahmu itu lantaran karena kebodohannya dan  ayahmu itu sebelum tidur selalu berwudlu dan membaca sholawat kepadaku sebanyak seratus kali. Maka ketika ayahmu meninggal langit itu bergoyang. Lalu Allah memanggilku untuk memberikan syafa’at buat ayahmu ini’’, jelas laki-laki itu. Sebelum pergi laki-laki itu berpesan, ‘‘makanya nak, kamu yang masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, perbanyaklah membaca sholawat kepadaku’’.
 (semoga bisa menjadi motivasi bagi kita yang masih mempunyai kontrak hidup)


فضل الصلاة علي النبي المصطفى
كان رجل عراقي مسافرا إلى مكة لأداء فريضة الحج ومعه ابنه. وبعد أن قضى فيها أسبوعا كاملا أصابه مرض شديد حتى أتاه اليقين. وكان ذلك في منتصف الليل. وخلاصة القصة :أنه لما رأى ما حدث لأبيه من الوفاة حزن حزنا شديدا والذي جعله حزينا أكثر في هذه الحادثة تحول وجه أبيه حتى صار كوجه خنزير.

فخرج الولد من الفندق الذي كان يبيت فيه أبوه لطلب المساعدة من المجتمع المحلي ولكنه لم يجد أحدا منهم ليساعده. وبعد محاولته في البحث عدة مرات وجد أخيرا شيخا هرما, فأخبره بما حدث لأبيه. فنصحه الشيخ بأن يرجع إلى محله لكي يحرس جنازة أبيه حتى يصبح.

وبعد ساعة من الحراسة جاءه رجل كبير الجسم أبيض الثوب, فقال له: ما بك أيها الولد, لقد رأيتك حزينا؟ فقال الولد : إن أبي قد توفيّ . فهدّأ الرجل قلبه وقال : لا تحزن, إن جميع مخلوقات الله تعالى فى العالم لهم أجل مسمى فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون, كذلك أنت يا أيها الولد . وقال له الولد : يا سيّدي, ينبغي لك أن تعلم أن وفاة أبي ليست كوفاة الناس عادة وذلك أنه تغير وجهه حتى صار كوجه خنزير, فأمرالرجل أن ينظر إليه. ففتح الرجل كفن تلك الجنازة ووجده وجه خنزير. ثم مسحه بباطن كفه. فتغيّر ذلك الوجه فورًا وعاد كما كان من قبل وتلألأ تلألأ القمر ليلة البدر.

          ولما أراد الرجل أن ينصرف أمسك الولد بثوبه ثم سأله : من أنت يا سيّدي؟ قال الرجل : أنا مصطفى رسول الله. فتعجّب منه الولد تعجّبا وسأله مرة ثانية : يا رسول الله, لماذا تغيّر وجه أبي؟ فأجابه الرجل :اسمتع إليّ أيها الولد, والدك  قد حصل على هذا العقاب من الله. لأنه كان يأكل أموال الناس بالباطل عن طريق الربا. فكان ينبغي  أن يستمر هذا العقاب بعد وفاته  إلى يوم الوعيد. ولكنه فعل ذلك جهلا و كان لا يدع الوضوء ولا الصلاة عليّ مائة مرة قُبَيْلَ النوم مدة حياته. فتزلزلت السماء لما سمعت بوفاته. ثم بعثني الله إليه لأشفع له.
          وقبل أن ينصرف الرجل وصّاه فقال له : ((أيها الولد, عليك بكثرة الصلاة عليّ مادامت الروح في جسدك)).

                                 
                         Penulis adalah Mahasiswa S1 Universitas Imam Nafie, Maroko*

Sabtu, 29 Oktober 2011

Berbakti kepada ibu bapak


 Hanya kepada Allah SWT persoalan hidup ini kita tujukan. Hanya karena Allah kita beramal di dunia ini. permasalahan kehidupan yang begitu kompleks telah memberikan warna bagi keadaan dan periastiwa perjalanan kehidupan manusia .

Dedikasi yang intensif sungguh-sungguh pula menjadi salah satu warna kehidupan manusia. keberadaan manusia pada mulanya tiada. Kemudian dari pada itu sang khaliq telah menciptakan insan sebagai mahkluknya untuk terus menjalin habluminallah,hubungan  antara hamba dengan tuhanya. Begitu juga sebaliknya  hablumminannas antara manusia dengan yang lainnya (ba’dluhum ba’dla-bhs.arab). Manusia diciptakan di muka bumi ini sebagai khalifah fil ardi. Yang memikul tanggung jawab yang begitu berat. Sungguh sangat mulia manusia di ciptakan sebagai hewan natiq(berakal), dimana manusia mempunyai kelebihan-kelibihan yang tiada tara di bandingkan dengan mahkluk-mahkluk lainya. Tidak dapat dipungkiri lagi pada awalnya Allah SWT menciptakan insan di muka bumi ini yaitu nabi Adam as. Sebagai hamba yang taat beribadah kepada Allah SWT. Kemudian dari pada itu Allah SWT menciptakan kehidupan, sebagai pelengkap kehidupan nabi Adam a.s yaitu Sayyidatina Hawa.

Kemudian pejalanan kedua insan ini terus berkembang sampai kini dengan giatnya untuk berjuang menuju jalan illahi rabbi . Tidak dapat kita pungkiri lagi muncullah insan yang memikul tanggung jawab  sangat berat yaitu ibu dan bapak. Kita lahir di dunia ini karena lantaran mereka. Mereka terus berusaha dengan sekuat tenaga, pikiran, maupun materi demi putra putrinya sebuah hati belahan jiwa. Ibu mengandung  selama sembilan bulan,tubuh terasa lemah  bagaikan membawa batu di dalam perutnya. Susah untuk tengkurab terkadang tidurpun juga terasa susah untuk miring kekanan dan kekiri. Setelah lahirnya seorang anak terkadang  tengah malam  bila bayi merengek-rengek karena haus ibupun sempat-sempatnya untuk menahan kantuk  demi sebuah hati belahan jiwa.
Ibu  selalu merawat kita, mengasuh kita yang tidak pernah henti-hentinya. Perjuangan dan pengorbanannya bagaikan air yang mengalir dengan deras. Sehingga tumbuh berkembang dewasa sampai saat ini dan seperti kita semua.

Begitu juga bapak, yang memberikan wewangian kasih sayang, mutiara kasih sayangnya yang tidak pernah berhenti dan selalu berarti di dalam hati. Tidak bisa dipungkiri lagi balasan apa yang munasib(pantas) dengan mutiara kasih sayang seorang ibu dan bapak. Walau dengan uang segudangpun  untuk membalaskan jasanya tidak akan pernah cukup.

Ibu dan bapak tidak pernah henti-hentinya berjuang demi sebuah hati belahan jiwa mereka. Pergi pagi pulang petang, walaupun terik mentari terasa membakar tubuh namun tak terasakan lelahnya. Demi menafkahi istri dan putra putrinya bahkan cucu-cucunya,  untuk hidup yang lebih maju guna bumi pertiwi ini. Dan meneruskan perjuangan ibu bapaknya.wahai anak yang taat kepada ayah ibu kenanglah jasa-jasa mereka. Hargailah mereka walaupun bapak kita sudah peot dan giginya copot. Kata orang kulit mereka sudah jagongan tidak seperti kita saat ini mulus, bersih dan masih segar.

Terkadang ada yang merasa malu mempunyai seorang bapak yang sudah tua,peot dan kempot. Mereka tidak mau mengakuinya bahkan berjalan bebarengan dengan orang tuanya saja malu jika dilihat sahabat-sahabatnya.

Memang anak dulunya keluar dari mana??? Kalau tidak dari ayah dan ibu. Sahabat-sahabatku yang kuliah di negri orang yang jauh nan sana dari orang tua, tetaplah sayang pada mereka. Jangan lupakan mereka, jangan memaksakan kehendak terhadapnya demi mengikuti hawa nafsu kita. Karena nafsu seperti anak kecil kalau kita manja-manjakan  hasilnyapun juga seperti itu. Jangan sakiti mereka dan jangan kau berikan beban-beban yang mebuat orang tua merasa berat untuk melakukanya.

Wahai orang yang punya pandangan manfaatkanlah masa muda ini dengan sebaik-baiknya. Ingat nasehat-nasehat orang tua kita. Masa muda merupakan masa yang paling efektif untuk berjuang di jalan Allah SWT. Terkadang salah kaprah dalam memaknai hidup di dunia ini. Bahkan larut dalam budaya-budaya asing yang masih trendya pada zaman sekarang ini.
Berbagai tingkahlaku dan gaya kehidupan menyeruak tampil kepermukaan, adat-istiadat, pergaulan antara hubungan manusia, yang dulunya sangat tabuh dilakukan, mendadak menjadi sebuah trend dan gaya yang laris untuk dilakukan. Pergaulan bebas, narkoba, free seks dan sebagainya. Itu semua merupakan sebagian kecil budaya yang teleh marak menjadi warna dari kehidupan masyarakat dan bukan hanya di negara-negara barat, namun sudah menjalar ke Negara-negara di timur tengah, Asia tenggara dan bumi yang lainya. Semakin hari manusia terobsesi dengan budaya-budaya yang menyesatkan.

        Berbagai macam jenisnya. Mereka keluar kejalanan bagaikan pengantin mengunjungi pertemuan pesta,dansa dan seraya bercampur baur dengan laki-laki, mereka juga ikut main film, siaran radio dan televisi, menampilkan kemesuman serta menampakkan kelemahan dan pelanggaran yang membuat mereka serupa dengan sesamanya dalam masyarakat Barat kerusakan pun tersebar, kemesuman pun merajalela, panti-panti asuhan penuh dengan anak yang lahir diluar nikah, dan malapetaka jadi merata di kota maupun di desa.

             Kemerosotan moral, kebobrokan yang menjadi persoalan besar dalam masyarakat kita terjadi karena percampuran laki-laki dan perempuan, serta kerusakan parah yang menimpa peradaban islam dan kemanusiaan, percampuran laki-laki dan perempuan tersebut menjadi titik tolak di sekolah-sekolah menengah, universitas,  organisasi, dan sebagainya. Inilah keadaan negara islam dan perempuan muslimah sebagai hasil dari keterpengaruhnya oleh serangan kaum salibi dan peniruan yang dilakukan pada perempuan barat.

Kita katakan kepada mereka yang senantiasa tenggelam dalam kedzaliman, dosa, dan kemaksiatan bahwa mereka ini boleh jadi tidak mempercayai adanya neraka, atau meyakini bahwa neraka diciptakan untuk selain mereka. Mereka telah lupa akan hari perhitungan dan hari pembalasan dan mereka pura-pura buta akan apa yang terpampang di hadapan mata berupa kedahsyatan, kesulitan dan kengeriannya.

Demikianlah artikel ini ditulis untuk memberikan pelajaran kepada teman-teman yang sedang merindukan kedua  orang tua kita. Coba merenung sejenak untuk mengingat moment-moment kita sewaktu bersama kedua orang tua. Sungguh merindukan sekali. Ingin rasanya jiwa ini untuk memeluk ibunda yang tercinta. Tapi apalah daya, mereka nan jauh di sana. Hanya secercah air mata yang selalu hadir di kelopak mata ini untuk membendung rasa rindu. Tunggu ibunda dan ayahanda yang tercinta ananda di negeri orang akan selalu memberikan untaian doa.
Ananda pegang janji atas amanat-amanat ibunda tidak akan pernah mengecewakanmu. Ananda akan kembali setelah ilmu sudah melekat di jiwa ini. mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan khususnya pada diri saya.



OLEH: SRI HIDAYANTI
TANGER 06-10-2011

penulis adalah mahasiswi asal tanah riau yang sedang merampungkan jenjang S1 nya di Imam Nafie Tanger, Maroko.

PCINU MAROKO

PCINU MAROKO

Followers