Labels

Our Partners

Gunakan GSunni Mesin Pecari Aswaja, agar tidak tersesat di situs2 wahabi.. klik sini..

PCINU Maroko

get this widget here

Categories

Resources

Catwidget2

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");

Catwidget1

Pages

Catwidget4

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");

Catwidget3

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Category

Labels

Labels

Labels

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label Download. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Download. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

Buku Pegangan Warga Nahdliyyin Maroko


الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين نبينا وقدوتنا محمد بن عبد الله وعلى آله وصحبه ومن تبع سنته من يومنا هذا إلى يوم النهضة.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena dengan taufiqnya kami bisa menyelesaikan “Buku Pegangan Warga Nahdliyyin Maroko ”. Buku kecil yang sederhana ini kami maksudkan untuk sosialisasi keberadaan dan kiprah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko yang baru-baru ini telah menyelenggarakan konferensi I Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Maroko pada tanggal 15 Juli 2012 di Auditorium Institut Pos dan Telekomunikasi Nasional, Rabat-Maroko.

Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa Nahdlatul Ulama adalah ormas Islam resmi yang disahkan oleh pemerintah Indonesia sejak lama. Sejak lahir pada tahun 1926 dan diresmikan oleh kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia tahun 1930. NU telah bahu membahu bersama organisasi lain di Indonesia memperjuangkan kemerdekaan untuk rakyat Indonesia. Oleh karenanya eksistensi  NU akan selalu  melekat pada bangsa indonesia di manapun berada.

Cabang Istimewa NU di luar negeri yang jumlahnya telah mencapai lebih dari 20 cabang adalah bukti nyata, bahwa NU terus berusaha memajukan kualitas Bangsa Indonesia tanpa harus terhambat jarak dan ruang.
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama yang lazimnya dikenal  dengan PCINU, merupakan wadah untuk mengumpulkan warga negara Indonesia di luar negeri yang memiliki kultur NU. Lebih dari itu, keberadaan PCINU adalah sebagai tangan kanan PBNU dalam mendakwahkan paham Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah  menurut NU kepada warga negara Maroko khususnya dan umumnya warga negara asing lainnya. PCINU Maroko sendiri telah dideklarasikan oleh Mustasyar PBNU, KH.Maemun Zubair pada tanggal 17 September 2011 di Yayasan Imam Nafi’, Tanger-Maroko.

Kami masyarakat Indonesia yang berdomisili di Negeri Seribu banteng ini, merasa perlu dengan adanya PCINU ini untuk mewarnai  dan mempertahankan nilai-nilai ke-Indonesia-an dan ke-NU-an  agar tidak pupus dan luntur dalam jiwa dan raga kami sebagai warga Nahdliyyin. Merupakan tugas kami sebagai Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama dan warga NU Maroko untuk berbakti dan berguna bagi bangsa dan agama dengan melaksanakan berbagai kegiatan dan mencanangkan berbagai program kerja untuk memberikan sumbangsih ke arah yang positif.

Adapun materi yang kami sajikan dalam buku ini bersumber dari AD/ART NU, keputusan-keputusan Konfercab I dan Rapat koordinasi program kerja PCINU Maroko dengan penyajian yang ringkas dan jelas, supaya dapat dipahami pembaca dengan mudah.

Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus NU cabang istimewa Maroko yang telah memberikan kepercayaan kepada kami selaku Lajnah Ta’lif wan-Nasyr untuk menyelesaikan tugas ini. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat adanya. Kami sangat menantikan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca yang budiman untuk perbaikan edisi selanjutnya. Wabillahi al-taufiq wa alhidayah.

Untuk Mendownload buka link ini: http://www.4shared.com/office/EfXaj79a/pcinumaroko.html

Tanger, 28 Agustus 2012/ 09 Syawal 1433 H
PENGURUS CABANG ISTIMEWA NAHDLATUL ULAMA MAROKO
Lajnah Ta’lif wan-Nasyr

Selasa, 22 Mei 2012

Shalat Tarawih dengan cara 4 rakaat sekali salam

*Oleh: Hadratus Syaikh Abuya K.H Saifuddin Asmir
Pendiri pondok pesantren al-Asyirah al-Qur'aniyah Jakarta. 

Banyak orang mengerjakan shalat Tarawih dengan cara 4 rakaat sekali salam, 4 rakaat sekali salam, dengan dalil hadis Siti Aisyah sebagai berikut

Artinya: Rasulullah tidak pernah melakukan shalat malam (sepanjang tahun) pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 rakaat. Beliau shalat 4 rakaat jangan engkau bertanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 4 rakaat jangan engkau bertanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat. Kemudian aku bertanya ”Ya Rasulullah apakah kamu tidur sebelum shalat Witir”? Kemudian beliau menjawab: ”Aisyah, meskipun kedua mataku tidur, hatiku tidaklah tidur.

Hadis yang dijadikan dalil, bukan hadis tentang shalat Tarawih, hadis tersebut adalah hadis pada pekerjaan shalat malam Rasulullah pada umumnya, yakni shalat Witir. Karenanya para Fuqaha (ahli Fiqh) tidak menyetujui untuk menjadikan hadis tersebut sebagai dalil shalat Tarawih.

Dengan alasan shalat Tarawih merupakan ibadah khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan, dan jumlah bilangan shalat Tarawih 20 rakaat ditambah shalat Witir 3 rakaat, telah disosialisasikan oleh para sahabat, dalam hal ini adalah Sayidina Umar Ibn Khatthab yang disepakati dan disetujui oleh para sahabat lainnya.

Lantaran pada umumnya para Imam tidak mempunyai kemampuan untuk mengingkari apa yang menjadi perintah Rasulullah:

Artinya; Hendaklah kalian ikuti sunahku dan sunah para Khalifah yang mendapat petunjuk setelahku, peganglah dengan kuat dan gigitlah olehmu dengan geraham ”.1
Pelanggaran terhadap yang disepakati para sahabat merupakan pelanggaranterhadap agama. Sehingga dalam Mazhab Syafii, kalau shalat Tarawih dikerjakan bukan dengan cara 2 rakaat, 2 rakaat, shalat Tarawih tersebut dipandang batal/tidak sah.

Oleh sebab itu, shalat Qiyam Ramadhan yang lebih populer di kota Makkah, Madinah dan berbagai negara Islam juga tidak berani beranjak dari situ, paling-paling penambahan dari jumlah rakaat yang dilaksanakan di zaman Sayidina Umar IbnKhatthab itu 23 rakaat, tetapi orang yang ingin memperbanyak ibadah tidak ada salahnya menambah rakaat.

Jadi pada zaman dahulu inisiatif penduduk kota Madinah untuk menambahkan jumlah rakaat, merupakan pengganti tradisi penduduk kota Makkah yang biasanya setelah tiap 4 rakaat (2 salam) mereka melakukan tawaf, karena memang ada Kabah di situ.

Sedangkan di Madinah tidak terdapat tempat untuk bertawaf, sehingga menjadi kuat dalil bahwa sahabat- sahabat Nabi di Makkah itu bertawaf pada bilanganbilangan tertentu, yakni setelah 4 rakaat mereka bertawaf.

Untuk lebih jelasnya silahkan download Disini

Senin, 21 Mei 2012

Diskusi Aswaja, Indonesia dan NU 3

Diskusi Aswaja, Indonesia dan NU 2

Diskusi Aswaja, Indonesia dan NU 1

Senin, 09 Januari 2012

RUDUD & TAHDZIR TERHADAP AJARAN SESAT

*Sumber : klik disini

 - RUDUD & TAHDZIR TERHADAP AJARAN SESAT الردود والتحذير
إسم الكتابالمؤلفتحميلالزيارات
التبصير في الدين و تمييز الفرقه الناجيه عن الفرق الهالكينأبي المظفر عماد الدين الاسفرايني88
فتنة الوهابيةمفتي مكة أحمد بن زيني دحلان218
مختصر كتاب دفع شبه من شبه وتمردالشيخ تقي الدين الحصني الشافعي175
لائحة أقوال أهل الحق ضد الوهابية أتباع ابن تيمية ومحمد بن عبد الوهابالأحباش282
مرشد الحائر لبيان وضع حديث جابرأبو الفضل عبد الله بن محمد بن الصديق الغماري164
رسالة في الرد على فرق الضلال الثلاث الوهابية والقطبية والتحريريةالأحباش108
نصيحة الذهبي لابن تيميةالأحباش160
الوهابية في العراءالأحباش267
عمدة الكلام في إثبات التوسل والتبرك بخير الأنامفضيلة الشيخ جميل حليم الحسيني616
التحذير من ناظم القبرصي- – -378
تبيين ضلالات الألباني شيخ الوهابية المتمحدثجمع بعض تلاميذ الإمام الهرري861
كتاب عمرو خالد في ميزان الشريعةالأحباش431
كتاب سيد قطب وحزبه .. تاريخ أسودالأحباش913
كتاب القرضاوي في العراءالأحباش1150
كتاب تنبيه المسلمين من ضلالات يوسف القرضاويالدكتور سيد إرشاد احمد البخاري497
رسالة تحذير من فرق الضلال الثلاثالأحباش495
كتاب النفع العميم في انتفاع أموات المسلمين بالقرءان العظيمالأحباش252
الرد على الألبانيالشيخ أبي الفضل عبد الله الغماري504
الدليل الشرعي على مشروعية قراءة القرءان على أموات المسلمينالأحباش275
العولمة المظاهر المتناقضة والآثار السلبية على الدول الناميةفضيلة الشيخ احمد تميم357

PCINU MAROKO

PCINU MAROKO

Followers