Labels

Our Partners

Gunakan GSunni Mesin Pecari Aswaja, agar tidak tersesat di situs2 wahabi.. klik sini..

PCINU Maroko

get this widget here

Categories

Resources

Catwidget2

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");

Catwidget1

Pages

Catwidget4

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");

Catwidget3

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Category

Labels

Labels

Labels

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label About Maroko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Maroko. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

Pengurus PCINU Maroko Hadiri Maulid Nabi di Zawiyah At-Tijaniyah Maroko.


Suasana maulid nabi Muhammad SAW hingga sekarang masih diperingati dan dirayakan di beberapa kota-kota besar Maroko. pada hari selasa (29/1/13) bertempat di salah satu kota yang terkenal dengan sebutan kota ilmu (kota Fes) yang didalamnya terdapat makam syekh Ahmad At-Tijani yang dikenal di dunia Islam melalui ajaran thariqat yang dikembangkannya yakni Thariqah At-Tijaniyah telah berlangsung acara maulid nabi dengan diiringi berbagai macam agenda.

Acara ini tidak hanya mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat saja, dari kalangan ulama dibelahan dunia yang juga pengikut thariqah At-Tijaniyah juga turut hadir pada acara ini, diantaranya dari Nigeria, Senegal, Mali, Al-Jazair dan masyarakat setempat yang semenjak sore tengah memadati makam Ahmad At-Tijani yang akrab dengan sebutan Grand Zawiyah Syekh Ahmad At-Tijani.

Pada kesempatan ini, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko juga mendapatkan kehormatan untuk menghadiri acara ini, tampak pula sejumlah anggota PCINU Maroko dan beberapa anggota PPI Maroko ikut menghadiri acara ini.

“Dengan banyaknya para pengunjung yang terus berbondong-bondong dari berbagai kota dan negara mengakibatkan jalan yang menuju tempat acara macet dan penuhi oleh desakan para pengunjung” Ujar Ahmad Suprapto selaku Wakil Koordinator lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko yang turut menghadiri acara ini.
  
Maulid ini dibuka dengan ummul kitab, diteruskan dengan membaca QS. Yasin dan QS. Al-Fath secara berjamaah. Selanjutnya ke acara pembacaan maulid Nabi SAW oleh tim qasidah yang terdiri 12 orang dengan mengenakan pakaian khas Maroko, yaitu Jalabah dan peci warna merah.

Seperti pada umumnya acara di Indonesia, disela-sela pembacaan maulid Nabi, panitia membagikan snak ringan serta minuman kepada para pengunjung. Ada yang unik, disela-sela pembacaan maulid nabi tiba-tiba ada orang yang membawa buhur dan air bunga mawar dipercik-percikan ke jamaah yang hadir.

Meningkat acara inti yaitu pembacaan maulid Nabi SAW menggunakan kitab “Bulughul Qasdi wal Maram, bi Qiraati maulidi Khoiri Anam” karya Syekh Muhammad Al-Hajjuji (W. 1370 H)  dibaca oleh Syekh Zubair yang merupakan penanggung jawab Zawiyah ini hingga selesai sekaligus ditutup dengan doa bersama oleh Beliau.

Menurut H. Ahmad Shohib Muttaqin Lc. selaku Wakil Katib Syuriah PCINU Maroko mengatakan semoga kedepannya PCINU Maroko juga bisa mengadakn acara seperti ini dengan mengundang para ulama dan zawiyah yang ada di Maroko. Sehingga tradisi yang ada di Nahdlatul Ulama dan Indonesia pada umumnya juga bisa dikenal oleh warga setempat.

Diakhir acara ini panitia menghidangkan makan malam berupa Couscous, yang merupakan makanan tradisional Negeri seribu benteng ini. 

Selasa, 21 Agustus 2012

Menjalani Lebaran bagi Mahasiswa di Negeri Terbenamnya Matahari


Rabat, NU Online
Bila lebaran tiba, saya suka iri melihat teman-teman yang sibuk mempersiapkan diri untuk mudik. Dulu, saya suka heran mengapa orang-orang rela mengantri panjang-panjang untuk beli tiket atau berdesak-desakan naik kendaraan umum bahkan ada yang nekat naik sepeda motor dari Jakarta ke Jawa Tengah hanya untuk sekedar bisa berlebaran di kampung halaman.

Belakangan ini, keheranan saya tersebut terjawab sudah. Apa yang membuat keheranan saya terjawab..? keheranan tersebut terjawab ketika saya dinyatakan lulus tes beasiswa ke negeri seribu benteng (Maroko) yang di adakan oleh PBNU Jakarta.

Sejak memasuki bulan Ramadhan pada tahun ini hati saya sebenarnya sudah sedih dan gelisah. Bagaimana tidak? Meski saya bukan berasal dari keluarga besar bagi saya bulan puasa selalu mempunyai kenangan manis. Sahur dan buka puasa bersama-sama merupakan saat-saat paling  intim buat kami sekeluarga. Apalagi ketika bulan puasa jatuh pada musim panas setiap harinya harus menahan lapar dan dahaga sampai 17 jam lebih.

Selama bulan puasa khususnya mahasiswa Indonesia memasak bareng-bareng dan berkumpul di salah satu tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintahan Maroko untuk menampung mahasiswa asing ketika liburan (musim panas) dan Alhamdulillah disini kami sering mendapatkan bantuan sembako dari KBRI Maroko dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Maroko yang setidaknya bisa mengirit anggaran belanja.

Saat malam takbiran tiba, semua mahasiswa Indonesia mendapatkan undangan dari KBRI Rabat untuk mengumandangkan takbir bersama di aula serbaguna sekaligus pembagian zakat. Terasa senang hati ini ketika mendapatkan amplop zakat yang berisi uang, setidaknya bisa untuk membeli baju baru tapi, sepulangnya dari KBRI tiba-tiba saya teringat disaat saya bertakbir bersama keluarga dan saudara dikampung halamanku, bagaimana tidak?  Malam hari raya Idul Fitri disini tak seperti umumnya di Indonesia, jika di Indonesia semua jalan raya di penuhi dengan pemuda dan pemudi sambil mengumandangkan takbir bersama disini tak satupun terdengar suara takbir . Semua masjid-masjid sepi, jalan rayapun sepi, bahkan sedikit sekali di temukan orang beraktivitas di malam itu. Seolah saya berada di tengah-tengah kota mati.

Untuk mengusir rasa sedih, saya memilih berkumpul dengan teman-teman Indonesia di salah satu apartemen milik temanku. Kami masak bareng-bareng dan cerita ngalor ngidul sampai curhat mengenai betapa rindunya kami pada keluarga.

Pagi harinya beramai-ramai kami berangkat ke Wisma Duta Indonesia untuk mengikuti sholat Ied di halaman wisma duta, rumah yang didiami oleh dubes RI di Maroko. Meski hampir semua warga Indonesia yang ada di seluruh penjuru Maroko (bahkan ada juga yang datang dari Maroko)  melakukan sholat Ied di halaman Wisma Duta Indonesia namun tidak membuat tempatnya menjadi penuh karena luasnya halaman wisma tersebut.

Selesai sholat Ied, kami bersalam-salaman sekaligus halal bi halal di tempat kediaman Dubes Indonesia di Maroko, sekitar setengah jam kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan yang dihibur oleh group Sholawat Rabatina di tempat kediaman dinasnya yang asri, luas dan rimbun ini. Segala jenis makanan nusantara bisa ditemui dan dinikmati disini, mulai dari opor ayam, ketupat, lontong, soto madura, dan lain-lain.

Lebaran di wisma duta Indonesia juga merupakan ajang bagi kami bertemu dengan seluruh warga Indonesia dari segala penjuru Maroko. Bertemu dengan orang-orang yang senasib dan seperjuangan, membuat rasa sedih dan nelangsa saya hilang untuk sesaat. Yah, cuma sesaat!!

Setelah sholat Ied, halal bi halal dan makan makan  itu usai, saya kembali ke apartemen, rasa sepi dan nelangsa kembali menyengat mengingat suasan lebaran disini tak semeriah dan seindah di Indonesia.

Saat itu baru saya sadari, bahwa betapa berartinya mereka bagi saya, orang tua yang sangat saya sayangi. Betapa saya tak berdaya tanpa mereka. Andaikan saat itu saya mahasiswa yang berkelebihan uang, ingin rasanya saya terbang ke jawa untuk sekedar bersujud di kaki mereka dan memeluk mereka erat-erat. Momen itu membuat saya sadar bahwa tiada yang lebih indah selain merayakan hari yang fitri dengan dikelilingi oleh keluarga, saudara dan kerabat tercinta.

Momen itu membuat saya mengerti dan menghormati urgensi mudik. Mengapa orang mau tuk bersusah payah, bahkan, mereka rela untuk mengorbankan materi demi mudik,karena di situlah mereka mendapatkan nilai silaturahmi yang sesungguhya yang mereka dapatkan bersama keluarga tercinta, bahkan nilai kebahagian yang terkandung tidak bisa di gantikan dengan materi, itulah sebabya mengapa tradisi mudik sudah sangat mengakar di masyarakat kita.

Biarlah kata mudik jadi perdebatan dari segala sudut pandang para pakar namun kenyataanya tradisi ini semakin berkembang. Dan akhirya semoga culture mudik tidak hanya sekedar tradisi , tapi juga bisa masuk ke dalam norma yang berlaku di dalam masyarakat kita yang mengandung nilai-nilai yang sangat universal.

Sumber: http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,39384-lang,id-c,nasional-t,Menjalani+Lebaran+bagi+Mahasiswa+di+Negeri+Terbenamnya+Matahari-.phpx


Penulis : Kusnadi El Ghezwa 
 

Jumat, 03 Agustus 2012

Lezatnya Menyantap Sup Harirah Saat Berbuka di Maroko

“RAMADHAN KARIM”, demikian tulisan di spanduk, baliho menjelang Ramadhan tiba. Pesan seperti ini sudah terpampang jelas di setiap restoran dan kedai makan Maroko.
Hampir semua restoran di sini membuat sepanduk dengan ukuran besar dan sedang menyesuaikan dengan besar dan kecilnya  restoran tersebut.

Setengah jam menjelang maghrib tiba semua restoran sudah di penuhi banyak orang yang ingin melakukan buka bersama di luar.

Memang tidak semua warga Maroko melakukan buka puasa di luar, yang terpenting bagi mereka adalah menu ta’jilnya yaitu sup Harirah yang menjadi menu wajib di saat ta’jil buka puasa.

“Bagi warga Maroko belum di katakana berbuka puasa jika belum menikmati sup Harirah karena ini adalah tradisi orang Maroko,”  tutur Layla Dahamou salah satu pemilik kedai yang menghidangkan menu ta’jil khas Maroko.
Meski demikian restoran yang berderet di sepanjang jalan ibukota Maroko selalu dipenuhi oleh para pengunjung dari kalangan menengah ke atas sampai kalangan menengah ke bawah, bahkan tidak sedikit para turis yang penasaran ingin berbuka puasa diluar hanya untuk merasakan menu ta’jil khas Maroko yang terkenal unik.

Menu ta’jil khas Maroko di antaranya: Sup Harirah yang terbuat dari tepung, kacang adas, kacang hamus, sariyah (sejenis mi) di tambah dengan aroma daun kasburoh (daun ketumbar)  yang di tuangkan ke dalam mangkok, telor rebus juga menjadi satu paket menu ta’jil khas Maroko di tambah dengan Chubakiyah yaitu kue manis yang terbuat dari tepung gandum yang dicampur dengan madu, dalam penyajian Chubakiyah disandingkan dengan tiga butir kurma, untuk minumnya bervariasi ada air putih, jus jeruk, kopi cream, namun yang lebih dominan mereka memilih Syai Na’na (Teh mint khas Maroko). Untuk menu tambahannya roti Croissan dan Syahma.


Untuk harga tiap porsinya beragam mulai dari 17 dirham atau kurang lebih 20.000 rupiah sampai 32 dirham, semua tergantung di mana mereka membeli menu ta’jil tersebut, tentunya restoran yang terkenal dan menarik pelayanannya harganya lebih mahal.

Untuk menandai datangnya waktu maghrib tiba Maroko memilki tradisi tersendiri dengan ditandai bunyi ledakan meriam yang bersumber dari istana kerajaan. Mungkin bagi orang asing yang pertamakali merasakan buka puasa di Maroko akan dikagetkan oleh suara meriam tersebut.

“Ketika waktu buka puasa tiba saya terperangah dan kaget seolah ada bom yang meledak di samping restoran” tutur Ahmad Lubaid salah satu mahasiswa yang baru pertamakalinya merasakan buka puasa di Maroko.
Suasana seperti diatas tidak hanya terdapat di jantung ibukota saja, akan tetapi suasana tersebut menyeluruh serempak di berbagai kota-kota Maroko begitu juga dengan menu ta’jilnya. Inilah yang membuat suasana Ta’jil di Maroko terbilang unik.*/Kusnadi El-Ghezwa, Maroko.

Dimuat di : http://www.hidayatullah.com/read/24029/31/07/2012/sup-kharirah,-menu-ta%E2%80%99jil-unik-khas-maroko.html
http://www.tribunnews.com/2012/08/03/lezatnya-menyantap-sup-harirah-saat-berbuka-di-maroko

Rabu, 25 Juli 2012

Tradisi Membangunkan Sahur di Maroko

Siapa yang tak kenal dengan "dkak"?(sebutan orang Maroko bagi sekelompok  orang yang bertugas membangunkan  orang untuk Sahur selama bulan Ramadhan), bagi penduduk Maroko kegiatan tersebut merupakan symbol dalam tradisi Maroko.  Seiring dengan berjalannya sang waktu tradisi tersebut berada di ambang kepunahan, hanya di beberapa kota tua saja yang masih mempertahankan tradisi tersebut agar tetap eksis seperti Fez, Meknes, Tangier, Tetouan, Marrakesh dan Rabat, terutama di lingkungan lama.

 Dalam pelaksanaannya ‘dkak' menggunakan instrumen tradisional yang berbeda, seperti gendang, kaleng bekas  dan sejenisnya dengan cara melewati rumah satu demi satu sambil membunyikan peralatan yang mereka bawa dan mengucapkan kata-kata yang menandakan saat Sahur tiba. Sementara beberapa dari mereka menganggap kegiatan tersebut sebagai hobi dan mempraktekkannya untuk tujuan religius, beberapa lainnya bertujuan untuk mencari nafkah mereka selama Ramadhan, karena bagi siapa saja yang di tunjuk masyarakat untuk ikut gabung dengan ‘’dkak’’ akan mendapatkan upah . Biasanya upah tersebut di kasihkan menjelang ahir Ramadhan.
Mendengar kegiatan semacam ini tentunya bukanlah hal yang asing bagi para pelajar dan warga Indonesia yang berada di Maroko, meski tidak di jumpai dalam syariat islam tapi kegiatan tersebut seolah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari puasa antara Indonesia dan Maroko selama bulan Ramadhan.  Bedanya kalau di Indonesia siapa saja boleh ikut dalam kegiatan ini dan tidak mendapatkan upah.

Tradisi tersebut merupakan pekerjaan mulia bagi warga Maroko karena, ‘dkak’ telah membantu orang lain bangun untuk  menyantap sahur tepat pada waktunya ketika alarm jam tidak hadir. ‘’Namun, sayangnya, tradisi ini menjadi sangat langka, apalagi sekarang teknologi yang menembus setiap aspek kehidupan kita akan cukup untuk membangunkan kita pada waktu yang ditentukan. Sekarang, seperti Maroko dengan mengandalkan jam alarm, mereka sudah mulai melupakan tradisi masa lalu mereka.’’ Tutur Omar Bihmidine warga setempat.

Hingga ahirnya beberapa orang Maroko yang masih suka dengan  pekerjaan mulia ini, tidak ada yang berani mempraktekkannya karena takut  dipandang sebagai pengganggu orang-orang yang sedang tidur.

“Sudah saatnya Maroko melihat kembali  bagaimana mereka dulu tinggal di masa lalu selama Ramadhan. Sangat menyedihkan sekali jika tradisi ini harus hilang. Oleh karena itu, kita harus mempertahankan tradisi tersebut. Jika tidak,
kita akan terus kehilangan kekhasan asli yang membentuk identitas Maroko.” imbuhnya.

pernah dimuat di: 
http://www.tribunnews.com/2012/07/24/tradisi-membangunkan-sahur-di-maroko
http://ramadan.detik.com/read/2012/07/25/071053/1974024/631/tradisi-membangunkan-sahur-di-maroko
By: Kusnadi El-Ghezwa.

Selasa, 05 Juni 2012

Sekitar Meknes


A. Volubilis.
Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di atas pemukiman Carthaginian, kira-kira pada abad ke-3  pada masa penaklukan Kekaisaran Romawi melalui Afrika Utara. Kota Volubilis berfungsi sebagai pos administrasi paling barat Romawi di Afrika Utara. Setelah di tinggslksn oleh Roma, kota ini terkena gempa bumi pada akhir abad ke-4 dan pada 1700-an. Barulah pada awal 1900-an, Perancis menemukan kembali sisa-sisa Volubilis. Disarankan untuk pengunjung bekas kota kuno Romawi ini agar membawa penututp kepala dan air, kerena selain tidak ada tempat untuk berlindung juga udara di kawasan reruntuhan ini cukup panas, terutama sekali di musim panas.
Bersebelahan dengan Volubilis, terdapat sebuah museum besar pusat arkeologi masih dalam proses pembangunan yang di rencanakan mulai tahun 2011 akan di buka untuk umum.

B. Zerhoun  Moulay Idriss.
Sebelum memasuki Volubilis, 14 km dari Meknes terdapat kota kecil namun padat penduduk di sekitar bukit bernama Zerhoun Moulay Idriss. Kota ini di dirikan oleh Moulay Idriss II sebagai kota suci umat Islam pada masanya. Kesucian dan kemuliaan Xerhoun Moulay Idriss masih terasa sampai saat ini dengan di gelarnya moussem (pesta) suci tahunan sebagai penghargaan untuk para pendiri Zerhoun Moulay idriss.



*Sumber: Buku Keterangan Singkat Maroko. Di terbitkan oleh KBRI  di Maroko. 

Kota-kota Selatan Maroko

A. Agadir.
Agadir dalam bahasa berber berarti “dinding” yang direduksi dari bahasa fenisisa. Sebagai kota panatai, saat ini Agadir menjadi kota pesisir Maroko paling spektakuler setelah di bangun kembali akibat gempa bumi yang melanda pada tahun 1960. Berdekatan dengan pegunungan Atlas dengan suasana panorama pantai yang indah dan cuaca yang bersahabat menjadikan Agadir sebagai model modern kota pantai Samudera Atlantik yang banyak menyerap dan meningkatakan wisatawan di hapir setiap tahunnya.

                                                                 
B. Laayoune.
Kota berpenduduk sekitar 200 ribu jiwa ini berada di bagian utara gurun sahara. Di musim semi akan di temukan langitnya yang biru dan masyarakatnya yang hangat. Laayoune yang dalam bahasa arab  berarti “Mata air”. Saat ini, kota yang berada di sepanjang Samudera Atlantik ini, di kelola oleh Maroko sejak 1975 setelah di tinggalkan oleh penduduk Spanyol. Konflik kepentingan antar maroko dengan Pihak Polisario sedikit banyak mempengaruhi perkembangan kota tempat sebagian besar komunitas Saharawi Maroko ini.



C. Dakhla.
Terletak di semenanjung yang berada di pantai barat Afrika, membuat kota ini eksotik dan cocok di kembangkan menjadi pelabuhan yang menghubungkan menjadi pelabuhan yang menghubungkan Afrika dan Amerika.







D. Boujdour.
Pengaturan kota yang sederhana, pelabuhan nelayan, sebuah mercusuar yang sedikit menjorok ke laut dan pantai di selatan kota, adalah sepenggal gambaran kota yang terletak di Sahara bagian barat ini.













Sumber :Buku Keterangan Singkat Maroko. Di terbitkan oleh KBRI  di Maroko. 

Ulama Maroko Dukung PCINU

Rabat, NU Online
Selama seminggu Pengururs Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko mengutus delegasinya untuk mengunjungi beberapa pejabat tinggi, ulama, dan tokoh masyarakat Maroko yang sangat berpengaruh di Negeri seribu benteng. Kunjungan ini digelar dalam rangka pengenalan PCINU Maroko dan meminta dukungannya dari para tokoh agama Maroko.

Beberapa tokoh yang dikunjungi antara lain adalah kepala Biro kementerian wakaf dan urusan Islam, Direktur ISESCO (Islamic Educational, Scientific, and Cultural Organization), Maktab Majlis Ilmi a’la, Pendiri Jurusan Dirasat Islamiyyah di seluruh Kampus di maroko, Belbachir, Ketua Yayasan Kattaniyyah (Aliran Thariqah Kattaniyyah), dan beberapa Dosen Senior di Maroko.

Sebagaimana diungkapkan oleh kepala Biro kementerian wakaf dan urusan Islam Maroko, Abdellatif Begdouri Achkari masih bersedia memberikan beasiswa bagi Kader-kader NU yang memiliki semangat studi islam di Maroko. Beliau ini pada tahun 2010 telah memberikan beasiswa  bagi kader-kader NU sebanyak 14 orang, jenjang S1 dan S2.

Selain itu, Sekjen Majlis Ilmi A’la juga telah bersedia untuk bekerjasama dengan PCINU Maroko. Beliau akan mengundang kader-kader NU dalam setiap event-event yang diselenggarakan oleh Majlis ilmi, baik A’la(pusat) maupun Mahalli(daerah).

Direktur kebudayaan dan komunikasi ISESCO, Dr. Mustafa A. Ali juga menyambut baik adanya PCINU di Maroko ini. Bahkan Beliau telah memberikan buku-buku terbitan ISESCO dengan mempersilahkan kami untuk memilihnya sendiri sesuai kebutuhan kader NU dan Organisasi.

Dalam kunjungan ini diikuti langsung Oleh ketua tanfidziyah PCINU Maroko (Muannif Ridwan), Rois Syuriah (Alvian Iqbal zahasfan), Ketua panitia Konfercab I PCINU Maroko (Marajo Nasution) dan ketua Fatayat (Durrotul Yatimah) serta beberapa pengurus lainnya.

Muannif mengatakan, “Kunjungan ini kami maksudkan untuk memperkenalkan PCINU Maroko, meminta dukungan, dan kerjasamanya dalam program-program yang akan dilaksanakan ke depan serta untuk mempermudah dalam mendapatkan legalisasi dari pemerintah Maroko yang sekarang sedang dalam proses pemberkasan. ”

“Untuk menindaklanjuti hal ini, kami akan membahasnya lebih lanjut dalam acara Konfercab I PCNU Maroko yang akan kami selenggarakan awal Juli nanti dengan agenda Khusus, yaitu forum dialog PCINU Maroko dengan Ulama-Ulama Maroko,” tambahnya.

Kami tidak lupa mohon dukungan dan do’a dari PBNU agar paham ASWAJA NU semakin membumi di negeri matahari terbenam ini. Mengingat ulama-ulama Maroko sangat mengagumi ulama-ulama NU dan perkembangan Islam di Indonesia.

Minggu, 03 Juni 2012

Kota Tangeir

Tangeir sebuah kota yang terletak di ujung barat Afrika dan menyimpan sejarah sejak 5 abad sebelum masehi. Kota Tangeir di bangun oleh koloni Kartago pada abad ke-5 sebelum masehi dan mendapatkan kemajuannya setelah masuknya pasukan Islam ke kota tersebut. Dari Tngeir lah asal mula penyebaran islam sampai ke Eropa pada abad pertama hijriyah dengan Tarik Bin Ziyad sebagai panglima perangnya saat itu.

Saat ini Tangeir sedang menjadi kota yang mengalami perkembangan yang sangat cepat dan modernisasi. Proyek-proyek, termasuk diantaranya hotel-hotel berkelas bintang 5 berjejer di sepanjang teluk kota Tangeir. Semua proyek yang serba baru ini, di antaranya kawasan bisnis modern yang disebut Tangeir City Center, Ibnu Bathuta Air Port, stadion sepak bola dan yang paling fenomenalpelabuhan Internasional Tanger-Mediterrania sebagai lini utama sector ekonomi yang paling menjajikan dari kota Tangier. Beberapa tempat yang bisa di ko kunjungi di kota Tangeir antara lain:

A. Ibnu Bathuta Tombs.
Abu Abdellah Mouhammed Ibn battouta seorang sarjana islam keturunan suku berber lahir di Tangeir 25 Februari 1304 dikenal sebgai pengembara yang telah mengelilingi hampir seluruh dunia. Selama 30 tahun perjalanannya, Ia telah mengunjungi Afrika Utara dan Barat, Eropa Selatan dan Timur, Timur Tengah, India, Asia Tengah, Cina hingga Indonesia di sia Tenggara. Kisah pengembaraannya Ia tuangkan dalam buku yang di beri judul dengan, Rihla Ibn Battouta ( Perjalanan Ibn Battota ). Dunia mengenalnya sebagai pengembara dunia ulung bahkan melebihi pendahulunya,  Marcopolo.

B. Port Tangeir-Med
Pelbuhan Tangeir-Mediterrania menjadi pelabuhan terbesar di Afrika dan menjadi proyek startegis dan prioritas pemerintah Maroko dalam pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah Maroko Utara. Port Tangeir-med menjadian bagian kebijakan ekonomki Maroko yang berorientasi pada ekspor berdasarkan pada perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa yang akan segera di realisasikan 2012. Sampai saat ini. Pengembanga Port Tangeir-Med terus berlanjut dan di rencanakan selesai hingga pada tahun 2015.

C. Goa Hercules (The Caves of Hercules)
Terletak tepat di bagian barat 14 km dari pusat kota tangier terdapat goa Hercules. Sebuah goa dengan keindahan alam yang menakjubkan dan menyimpan arkeologi besar. Goa inilah yang menjadi tempat peristirahatan tokoh mistis Hercules selama 22 tahun setelah menyelesaikan 12 peperangan yang dipimpinnya. Mulut goa bagian dalam membuka ke rah Samudera Atlantik. Saat pasang , sebagian goa tergenang air danombaknya menyembur ke atas melalui lubang-lubang besar dari tanah dan lereng bukit, sangat mengesankan.

D. Gran Teatro Cervantes.
Gran Teatro Cervantes adalah sebuah gedung teater yang didedikasikan untuk seorang novelis Spanyol, Miguel Cervantes. Berlokasi di jalan Salah Eddine Ayoubi, gedung teater yang dibangun pada tahun 1913 ini tidak terawat dengan baik meskipun telah beberapa kali di renovasi. Saat ini, gedung teater ini sudah tidak beraktifitas lagi meskipun pada masanya menjadi gedung teater paling bergengsi di Afrika Utara dan banyak mengundang insane seni kelas dunia.

E. The Tangeir American Legation Museum (TALM).
Sebuah pusat kebudayaan yang berkembang berupa museum, ruang konferensi dan perpustakaan di jantung kota lama Tangeir. Berlokasi di jalan Amerika 8, The Tangeir American Legation Museum sebagai apresiasi Amerika Serikat untuk para warganya yang tinggal di Tangeir, terutama penulis dan composer Paul Bowles Wing yang sebgaian besar hidupnya di habiskan di Tangeir.


Sumber :Buku Keterangan Singkat Maroko . Di terbitkan oleh KBRI  di Maroko.


Rabu, 02 Mei 2012

Maroko Vs Negeri Seribu Warung Kopi

Menyruput nikmat dan harumnya secangkir Attai (teh) panas khas Maroko adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda berkunjung negeri senja (Mahgriby), apalagi di musim dingin, attai menjadi teman sejati warga Maroko dan para pelajar Indonesia sebagai penghangat tubuh atau sekedar penghilang rasa dingin yang menyelimuti.

Teh Maroko atau yang biasa disebut oleh orang Maroko attai adalah racikan teh khas penduduk Maroko yang dicampur dengan daun Na’na (daun rasa menthol) sehingga menimbulkan cita rasa tersendiri, tentunya sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan attai senikmat attai Maroko di belahan dunia manapun…hehehe.

Hal menarik saat menikmati attai di Maroko adalah dengan bersantai dan bercanda ria dengan teman-teman dan kerabat. Menikmati attai di Maroko adalah pengalaman yang unik dan langka. Minum attai merupakan tradisi dan kebiasaan sehari-hari yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam kehidupan masyarakat Maroko.

Oleh karena itu, di Maroko banyak terdapat café (makha) yang menyediakan berbagai macam minuman khas Maroko khususnya attai. Walaupun Negara Maroko bukanlah Negara penghasil teh serta tidak memiliki kebun teh namun, Maroko merupakan Negara yang mayoritas penduduknya adalah pengkonsumsi teh, hebat bukan?? hehe.
Teknik membuat secangkir attai di café (makha) adalah dengan merebus air dahulu sampai mendidih, kemudian masukan tehnya dengan terlebih dahulu mengecilkan apinya. Sesekali di aduk sambil menunggu mendidih. Setelah itu baru siap untuk disajikan. Cara penyajian attai di Maroko sangat berbeda sekali dengan Negara-negara lain seperti Indonesia.

Di sini, attai yang sudah ada di dalam ceret tidak langsung dituangkan ke dalam gelas kecuali setelah di campur dengan daun na’na sehingga memiliki rasa serta aroma yang berbeda. Yang lebih unik lagi adalah ketika attai yang ada di ceret siap dituangkan ke dalam gelas, dengan gaya khasnya pelayan café mengangkat ceret tersebut setinggi mungkin sambil menungkan kedalam gelas, kemudian air yang ada di dalam gelas tersebut dimasukan lagi kedalam ceret terus di tuangkan kembali sampai tiga kali. Seru yahh..hehehe.

Jika anda berada di Maroko dan ingin mencobanya maka tidak usah bingung mencarinya karena hampir di sepanjang jalan atau gang banyak sekali café-café yang bertebaran dengan menyediakan beraneka macam minuman khas Maroko khususnya attai.

Kalau saat ini banyak orang yang menyebut Aceh sebagai Negeri Seribu Warung Kopi karena kebiasaan minum kopi di Banda Aceh dan sekitarnya sudah mengakar di kalangan masyarakat sejak masa Kesultanan Aceh. Maka di Marokopun bisa disebut sebagai Negeri Seribu Warung Attai disamping terkenal dengan sebutan Negeri Seribu Benteng. Fasilitas yang ada di cafe tak lebih dari meja dan kursi, televisi satelit, dan akses internet, yang jelas rugi banget kalau sudah berada di Maroko tapi tidak mencobanya.

Senin, 14 November 2011

Kota Rabat

oleh devisi Keilmuan dan Informasi PCI NU Maroko*



Kota Rabat
Rabat ibu kota kerajaan maroko, terletak di pinggir pantai samudra atlantik dan di aliri sungai Bouregreg yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Kota Rabat di dirikan oleh Raja Abdel Moumin pada tahun 1152, selanjutnya diperluas dan mengalami masa keemasannya di zaman raja Yaqoub al-Mansour ( keduanya dari dinasti Mouahidien). Pada tahun 1610, kota Rabat menjadi salah satu kota penampungan bagi Arab-Moslem yang meninggalkan Andalus di Spanyol. Kota ini banyak menyimpan berbagai bangunan bersejarah dan selalu di kunjungi oleh para wisatwan.

  1. Kasbah des Oudayas.
Kasbah des Oudayas Galerie photoKasabah adalah benteng yang di bangun oleh Raja Moulay Ismail dari Dinasti Alaoui (1672-1694) didirikan di temopat strategis menghadap kelaut Atlantik, guna mengawasi ancaman serangan laut dari Spanyol. Kasbah berfungsi sebagai penyimapan barang bersejarah yang sangat bernilai. Ditemui pula taman kuno yang masih terawatbaik hingga sekarang. Para wisatawan bisa melepaskan lelah sambil memandang ke laut lepas di kafe Kasabah. Tidak jauh dari Kasabah, terdapat pasar kuno Oudayas yang menjual barang souvenir dan artisanat khas Maroko.

B. Tour Hassan.

Tidak jauh dari Kasbah des Oudayas terdapat peninggalan bersejarah Tour Hassan. Baguan tersebut adalah mesjid yang di bangun oleh Raja Yaqoub Al-Mansour pada abad 12. mesjid tersebut mengalami kerusakan akibat gempa bumiyang terjadi pada tahun 1755. dari lokasi Tour Hassan di dataran tinggi, dapat terlihat pemandangan indah dan hamparan sungai Bouregreg dan samudera Atlantik. Di tempat yang sama di makamkan Raja mohammed V dan Raja Hassan II.

  1. Bab Chellah.
Tempat bersejarah dan wisata lainnya yang bisa dikunjungi di kota Rabat, antara lain, Bab Chellah ( Pintu/ Benteng Chellah). Sebuah kota tua yang didirikan oleh Roma yang kemudian di teruskan di bawah pemerintahan Arab.saat ini, beneteng Chellah hanya di menjadi peninggalan sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan dan di tempati oleh jumlah luar biasa burung pelican. Gelembumng burung pelican ini berkembang biak terutama di musim semi. Selain pohon yang merindangi Benteng Chellah, burung-burung pelican tersebut juga menjadikan menara tua sebagai sarangnya.

  1. Corniche Rabat
Pilihan tempat wisata yang juga menarik dikunjungi di kota Rabat adalah  Corniche rabat. Seperti halnya kebanyakan kota-kota di pinggiran pantai,Rabat juga menghiasi dirinya dengan Corniche (kotapantai) yang menghubungkan dengankota Sale. Kerjasam ayng di lakukan kerajaan Maroko dengan beberapa Negara teluk, di antaranya UNI Emirat Arab(UEA) untuk membangun Kornich Rabat, menjadikan sepanjang pantai Rabat begitu indah dengan perangakat fasilitas kota modern.

  1. Jalan Soekarno
Bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Maroko, tentu tidak akan melewatkan berpose di depan Rue Soekarno/ Zankat Soekarno (Jalan Soekarno). Tepat di depan Bank Al Maghreb, nama presiden pertamaIndonesia, Ir Soekarno tertulis sebagai nama jalan. Kerajaaan Maroko sangat berhutang budi kepada Soekarno dan bangsa Indonesia untuk keluar dari penjajahan tahun 1945, berikut Konfrensi Asia Afrika pada tahun 1955 dan kunjungan presiden Soekarno pada 2 mei 1960 yang terhitung sebagai kunjungan kepresidenan pertama untuk kerajaan Marokosetelah kemerdekaannya pada tahun1956. selain nama jalan Soekarno, di Rabat juga terdapat jalan Indonesia dan Bandung.

Kota Casablanca

Oeh devisi Keilmuan dan Informasi PCI NU Maroko*


Kota  Casablanca

Didirikan oleh saudagar Spanyol 1575 di lokasi sebuah desa abad 12 yang di sebut Anfa, tempat singgah bagi para perampok yang menyerang kapal-kapal yang datang dari pantai utara Maroko. Tak satupun yang tersisa dari kota perampok itu karena di hancurkan bangsa Portugal(1468). Setelah mereka kembali 1515, Casa Branca atau Casablanca di manfaatkan sebgai pelabuhan kota dagang penting.
Setelah gempa bumi mengahncurkannya (1755), sultan Alawi membangunnya lagi. Dengan cepat para pemukim Prancis pindah ke dalamkota dan menjadi mayoritas penduduknya (sekitar 1907). Mereka membangun kembali pelabuhannya sebagai pelabuhan Maroko, medorong cepatnya kemajuan perdagangan yang menggelembungkan jumlah penduduknya hingga 3,5 juta pada tahun1990, di bandingkan dengan 10.000 jiwa pada tahun 1890. sebagai pusat  kota Casablanca, masih tersisa jalan-jalan sempit dan rumah-rumah bata yang terkesan dingin terletak di bagian dlalam tembokkota aslinya. Di luarnya ada pemukiman warga Perancis, Casablanca yang luasnya menyakup 35 mil (90 km) dan  di tunjang pelabuhannya Byang sibuk  merupakan ibu kota bisnis dan ekonomi Maroko, juga sebagai tempat bank dan hotel mewah nasional maupun internasional bernarkas yang menghasilkan lebih dari separuh transaksi perbankan dan produksi industri nasioanal berlangsung di kota Casablanca.
Beberapa tempat yang bisa di kunjungi dan di nikmati oleh para wisatawan di antaranya:

  1. Masjid Hassan II (Dua)

masjid Raja Hassan II, sebuah masjid nyang relative baru dan menjadi salah satu masjid kebanggaan wargaCasablanca dan Maroko secara umum. Bagaimana tidak, masjid yang di bangun atas prakarsa Raja Hassan II dengan anggaran dan hasil sumbangsih dari sebagian besar komunita muslim Maroko dan lokasinya yang di atas permukaan laut, menjadi masjid hassan II yang terbesar di Maroko dan terbesar ketiga di dunia. Masjid Hassan II menjadi masjid kedua di Maroko yang terbuka bagi pengunjung non-muslim dengan pengaturan jadual yang telah ditetapkan. Keunikan, keindahan dan kekhasan fitur interior atap dengan menara khas Maroko yang tinggi, menjadikan masjid Hassan II begitu megah dan bamyak si kunjungi para wisatawan.

  1. Kota lama Casablanca.

Old Medina Casablanca, terletak sebelah utara Kantor Nations Unies adalah sebuah kota kecil dengan benteng tradisional di bagian kota Casablanca. Jika anda berkunjung ke CasablancaOld Medina Casablanca layak di kunjungi.





C. Casablanca Corniche
Casablanca Corniche, sebagai area pantai yang membentan dari ujung barat Masjid Hassan II menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Casablanca. Kawasan yang pada masa Raja Hasaan II hanya diisi resor dan restorant, saat ini berkembang dan di sulap menjadi line hotel pinggir lautBoulevard de la Cornichetidak ketinggalan lengkap dengan klub malam yang meghidupkan suasana malam-malam kota Casablanca. Di sepanjang jalan kawasa Casablanca Corniche banyak tersedia Cafe dan restorant  makanan siap saji yang sebagiannya menyerupai kemegahan ota New Jersey Amerika Serikat. Sebuah gedung bioskop baru gaya Barat juga dapat di temukan di Casablanca Corniche. Pilihan terbaik untuk menimati suasana Casablanca Corniche dengan turun ke jalan dan beristirahat di salah satu kafe yang berjejer dengan pemandangan laut yang indah.

  1. Mushalla Sidi Abderrahman.
Mushalla Sidi Abderrahman di bangun di atas batu lepas pantai Casablanca, mushalla hanya dapat di akses dan di kunj ungi pada saat air surut dan terlarang  untuk non-muslims. Namun demikian, semua pengunjugn di persilahkan menikmati kawasan kecil sekitar mushalla untuk menangkap pemandangan dinding putih yang indah sebelum akhirnya meninggalkan Casablanca Cornice.

  1. Mahkama du Pacha.
Mhkama du Pacha adalah sebuah bangunan Hispanik-Moor yang terdiri lebih dari 60 kamar hiasan dengan langit-langit kayu berukir halus. Bangunan ini di huiasi  dengan pagar besi tempa yang rumit serta lantai keramik yang indah. Meskipun untuk masuk ke bangunan ini dengan gratis, pengunjung tidak mudah bisa menemukan Mahkama du Pacha, oleh karenanya perlu Guide untuk mencapai kesana.

  1. Casablanca Twin Tower.
Casablanca Twin towers selesai di bangun pada tahun1999. Saat ini Casablanca Centre menjadi bangunan paling representative dari Casablanca sebagai kota modern, giat dan penuh aktifitas. Dua menara setinggi155 meter yang menjadi inti mega proyek Maroko ini,terinspirasi oleh model arsitektur tradisional Arab, baik volume dan komposisi fasadnya, 5 lantai pertama sebagai perkantoran, apartemen dan toko-toko, selebihnya sebagai terraces,  bar dan restorant yang menempati lantai atas.Casablanca twin towers ini dilengkapi tiga basement untuk parkir.

Kota Marrakech

oleh devisi Keilmuan dan Informasi PCI NU Maroko*



Kota Marrakech.
Marrakech, kota yang berwaran merah, merupakan salah satu kota bersejarah yang berjarak 400 km dari ibu kota Rabat atau kurang 4 jam perjalanan darat. Sestelah pertemuan dengan bangsa Arab, Islam tersebar ke seluruh penjuru Maroko, dan Marrakech kemudian menjadi salah satu pusat agama Islam. Hingga saat ini masih di temukan keindahan dan kemegahan yang membawa kepada masa kebesaran Islam di masa lampau.

Kekayaan budaya dan tempat wisata Marrakech menjadikan pusat turis terbesar di Maroko. Kota yang terletak dengan pegunungan Atlas (Moyen Atlas) ini, mennyerpa sinar matahri sepanjang tahun yang mengundang jutaan turis Eropa datang untuk menikmati suhu antara 40-45 C di musim panas. Keindahan kota Marrakech membuatnya menjadi pilihan utama tempat penyelenggaraan berbagai pertemuan internasional di Maroko.

Beberapa temapt yang layak di kunjungi ketika pengunjung sampai di Marrakech, kota yang menawarkan tempat-tempat bersejarah dan berapa arsitektur serta beberapa museum yang menarik ini di antaranya:

  1. Djemaa El-FNA.
Djemaa El-FNA adalah area dimana seni dan budaya di apresiasikan di ajntungkota Marrakech oleh sejumlah musisi dan penari tradisional Maroko, pendongeng dan hiruk-pikuk drum beates  yang  bersemangat dengan koor yang variatif. Atraksi pawing binatang dan kejaran parab perempuan yang menawarkanhenna (pacar) Maroko hamper pasti akan datang mendekati siapa saja, terutama orang asing yang berkunjung ke Djemaa El-FNA tidak ada malam tanpa keriuhan kegembiraan dan hiburan yang ditunjukan oleh hampir semua orang yang ada di sana.

  1. Souk Tradisioanal Marrakech

Masih dalam kawasan Djemaaa El-FNA, meskipun tidak jauh berbeda dengan kebanyakan pasar tradisional di kota-kota Maroko yang lain, ada baiknya untuk tidak melewatkan kunjungna ke pasar Tradisional Marrakech, disnna pengunjung bisa membeli hampir semua hal, dari rempah-rempah, sandal dan sepatu kulit Maroko, kain dan jellaba  (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan kepala) dan lain-lain. Sebagai catatnnya, sebagai wisatawan manca Negara, berarti harus siap membayar dengan harga lebih tinggi dari pada harga aslinyameskipun tetap ada kesempatan untuk menawar.

  1. Masjid Koutoubia
Tepat di samping kanan djaminaa El-FNA terdapat masjid Koutoubia. PenamaanKoutoubia berawal dari saat sebelumnya di bangunnya masjid tersebut, bahwa lokasi yang saat ini menjadi lokasi masjid adalah tempat para penjual buku(koutoub) yang menawarkan buku baru dan bekas. Maka setelah berdiri dengan megah lengkap dengan taman dan ruang parker yang luas, masjid kebanggaan warga Marrakech ini di beri nama Masjid koutoubia. Di malam hari, menara Masjid Koutoubia menjadi pemandangan yang sangat menarik karena warna-warni nyala lampunya, hingga orang sekitar menyebutnya sebagai Menara Eiffelnya Marrakech.

  1. Saadian Tombs
Saadian Tombs atau Kuburan Penguasa Saadian di bangun pada awal abad ke-20. pintu masuk  langsung ke kuburan sengaja di blokir. Namun demikian pengunjung bisa menikmati kawasan selain kuburan. Di dalamnya akan di temukan kelebihan dari Zelij (ubin keramik Maroko) dengan hiasannya yang indah dan mempesona. Tidak butuh banyak waktu untuk dapat menjelajahi Saadian Tombs ini, tapi sudah pasti layak untuk di kunjungi.

  1. Majorelle Gardens

Majorelle Gardes, sebuah taman yamg selain menawarkan koleksi tanaman dari seluruh dunia, termasuk aneka tmacam anaman kaktus juga menyediakan peristirahatan  yang sangat baik dan damai serta jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk suasana kota. Dengan 40 Dirham, Majorelle Gardens bisa menjadi tempat awal menghindari kermaiankota Marrakech. Di dalmnya juga terdapt Museum Seni Islam yang tentunya dengan tambahan dirham yang lain.

  1. Dar Si Said Museum
Terletak di jalan Riad Zitoune Jdid, perjalanan 10 menit dari Djemaa El-FNA, Dar Si Said Museum mengaktualisasikan ukiran dan hiasan khas sebuah istana tua, seperti ukiran kayu, alat musik dan senjata. Museum ini sebgai dedikasi Pemerintah Maroko terhadap industri kerajian kayu dan koleksi kerajinan masyarakat di bidang karpet, pakaian, tembikar dan keramik dari penduduk kawasan selatan Maroko, seperti penduduk daerah Tensift, Atlas, Souss dan Marrakech sendiri.

  1. Madarasah Ben Youssef
Madrasah benYouseef adalah salah satu madrasah/pesantren terbesar di Afrika Utara.sekolah dalam satu kawasan dengan Masjid Youseef yang menjadi rumah seni dan arsitektur yag indah.

  1. Istana Bahia
  Istana Bahia adalah istana yang cantik dan menawan, di pintu masuk istana ini, dengan sangat mudah di temui para guideyang berssedia mengantarkan dan menjelaskan tentang sejarah dan keindahan istana yang di bangun awal abad ke 19 ini. Untuk sebagian pengunjung, kucing-kucing liar yang kerap di temui di sudut-sudut istana yang menjadi daya tarik lain keunikan istana yang dilengkapi dengan taman pohon pisang ini. Hanya dengan 10 Dirham, anda dapat menikmati keunikan dan suasana alami Istana Bahia.

  1. Istana Badi
Istana bahi di bangun antara 1578 dan 1594 untuk melayani tamu-tamu Raja Ahmad al-Masur yang berkuasa dari 1578-1603 M. nama istana berasal dari “ al-Badi”  salah satu nama dari Asmaul Husna yang berarti “yang tak tertandingi” . pada saatnya. Istana Badi di akui secara luas sebagai sebuah prestasi arsitektur yang spektakuler dan termegah di Maroko. Arsitektur Maroko pada masa pemerintahan Raja Sa’did Ahmad al-Mansur sangat di pengaruhi oleh tradisi dekoratif Andalusia, Spanyol sekarang dan Istana Badi sebagai perpaduan artistic Islam di Spanyol dan Afrika Utara.

  1. Taman Menara
Tidak jauh dari Istana Badi, terdapat tempat menarik yang terletak di sebelah barat kota Marrakech dan menjadi pintu gerbang menuju pegunungan Atlas. Di bagun pada abad ke 12 M oleh Raja Al Mohand Abdel Moumin yang selanjutnya di sempurnakan pada masa dinasti Saadian pada abad ke 16. kolam besar yang luas dikelilingi oleh pohon zaitun dan beberapa jumlah tanaman yang lain semakin menambah pesona Temara Gardens Marrakech tersebut.

PCINU MAROKO

PCINU MAROKO

Followers